syair dan do’a Abu nawas

Untuk pertama kalinya aku terhanyut ketika melagukan syair nakal abu nawas, syair yang dilantunkan dengan syahdu meminta ampunan terhadap segala dosa yang bertabur seperti butir pasir, sungguh efeknya menjalar dalam setiap urat hatiku. Aku jiwai dengan sepenuh hati setiap bait – baitnya


berikut syairnya yang menggetarkan hati siapa saja yang membacanya; insyaAllah

Ilahi lastu lilfirdausi ahla,
Walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi
Fahabli taubataan wagfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz dzanbil azhimi…
Dzunubi mitslu a’daadir rimali,
Fahabli taubata ya dzal jalaali,
Wa ‘umri naqishu fi kulli yaumi,
Wa dzanbi zaaidun kaifa –htimali..

Ilahi ‘abdukal ‘aashi ataak,
Muqirran bi dzunubi wa qa da’aaka
Fain taghfir fa anta lidzaka ahlun,
Wain tadrud faman narju siwaaka..
Artinya
 Wahai tuhanku…aku sebenarnya tak layak masuk syurgamu
Tapi..aku juga tak sanggup menahan amuk nerakamu,
Karena itu mohon terimalah taubatku ampunkan dosaku,
Sesungguhnya engkaulah maha pengampun dosa-dosa besar.

Dosa – dosaku bagaikan bilangan butir pasir
Maka berilah ampunan oh..tuhan ku yang maha agung.
Setiap hari umurku terus berkurang
Sedangkan dosaku terus menggunung
Bagaimana aku menanggungkanya

Wahai tuhan, hambamu yang pendosa ini
Dating bersimpuh ke hadapanmu,
Mengakui segala dosaku
Mengadu dan memohon kepadamu,

Kalau engkau ampuni itu karena
Engkau sajalah yang bisa mengampuni
Tapi kalau engkau tolak, kepada siapa lagi kami memohon
Ampun selain kepada engkau


Setiap bait aku lantunkan dengan sepenuh hati, mohon ampun kepada Allah dan mohon ampun kepada ibuku, dadaku rasanya luruh dan plong. Rasanya pengaduanku didengar olehNya. Pengaduan pendosa yang tak ada tempat lain untuk mengadu selain kepadanya.
Tak terasapun air mata jatuh membasahi kedua pipiku..
Ibu aku rindu kepadamu..

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More