This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jejaring sosial Facebook sejuta umat dalam tatanan aktivitas berdemokrasi.

Barang siapa yang menganggap atau meremehkan Facebook yang tengah semarak perkembangan di tanah air hanya semata-mata menjadi media jejaring sosial on-line di ranah maya hanya sekadar untuk kepentingan ramah tamah sosialisasi gaul saja, maka sekarang jelaslah mesti segera merubah pemikiran demikian setelah “Gerakan 1.000.000 Facebooker Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto” yang secara fenomenal cukup dalam tempo seminggu ternyata mampu mencatatkan sejuta lebih pengguna Facebook untuk menyuarakan dukungannya dalam aksi bersama memprotes upaya peredaman semangat pemberantasan korupsi.
AKtivitas khalayak dalam revolusi teknologi dunia digital terkini di tanah air yakni kegiatan jejaring sosial on-line Facebook yang diimbuhi dengan kecanggihan proses penyadapan telepon seluler mencirikan sepenggal fenomena menarik betapa keberadaan penerapan teknologi TIK berperan penting sebagai wahana transformasi sosial dengan memunculkan gerakan masyarakat madani guna berperan aktif dalam tatanan kehidupan yang luas dalam aktivitas bernegara.
Dalam sejarah perkembangan dunia TIK kontemporer global Negeri Philipina menjadi terkenal seantero dunia sebagai negara dengan mencatatkan penggunaan sms lewat ponsel yang berskala amat massal dan intensif ketika gerakan demokrasi People Power menumbangkan rezim diktator Presiden Marcos tahun 1986. Dan kini dalam situasi saat konvergensi teknologi seluler yang menjadikan ponsel masa kini menjadi perangkat multi-fungsi : ---telepon-sms-akses Internet- camera-video & musik (multi-media)--- Indonesia yang seusai Reformasi 1998 yl terus tumbuh berkembang sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia ---disadari ataupun tidak--- tengah memasuki babak baru selain sebagai salah satu dari 10 Besar pengguna FB peringkat papan atas dunia dan negeri ini berjalan mencatatkan negeri ini dalam melangkah menjadikan media jejaring sosial on-line dunia maya Internet menjawantahkan diri dalam realita dunia nyata demi menghadapi tantangan situasi yang amat genting.

Karakteristik Facebook seperti halnya blogging berlangsung dengan mengandalkan pada tatanan Web 2.0 ---pengguna selaku sumber dan pembuat/produser informasi di web : “prosumer”--- yakni dalam bertukar informasi interaktivitas penggguna FB berperan aktif untuk posting menyuarakan opini sendiri (=produksi) disamping menyerap segala informasi yang muncul (=konsumsi) untuk segera diresponse kembali dengan kritis; dan seluruh aktivitas ini berlangsung seketika dengan sedemikian cepat untuk menyebar luas berlipatganda lewat lingkaran jejaring pertemanan bagaikan penyebaran virus komputer.
Berlainan halnya dengan model mailing list atau jejaring sosial pertemanan on-line pada masa sebelumnya, maka menurut kajian riset pengelola FB sendiri pengguna Facebook di AS secara umum cenderung semakin banyak diminati pengguna yang berusia matang diatas 35th ---bahkan hingga sampai generasi “baby boomer” 1950-an--- dibanding awal perkembangan FB yang kebanyakan beranggotakan kalangan usia mahasiswa serta generasi digital ---generasi kelahiran 1980-an--- hingga para pengguna Facebook sekarang dipandang sebagai individu yang bertanggung jawab dalam setiap kali menyuarakan opini.
Kedua segi diatas agaknya selaras dengan mayoritas partisipan gerakan Facebooker dalam semangat menyuarakan dukungan pemberantasan korupsi di atas yang tanpa ragu ataupun takut untuk beropini kritis dengan identitas diri sendiri yang jelas terpampang pada foto profil FB. Intensnya Kecepatan berlipat ganda partisipan mendaftarkan diri untuk mengikuti gerakan Facebooker di atas agaknya terjadi begitu usai heboh tayangan langsung televisi yang menyiarkan rekaman penyadapan di sidang Majelis Konstitusi tgl 3 NOV yl, ketika dalam kisaran semenit terjadi pendaftaran sebanyak 72 orang !
Bisa dikatakan gerakan pengguna Facebook dalam menyuarakan opini publik untuk bersimpati kepada Prita Mulyasari dalam kasus RS Omni sebagai satu contoh pertama hingga kemudian muncul gerakan sejuta umat pengguna Facebooker diatas menjadi kasus kedua dengan skala yang lebih masif serta mengundang partisipasi khalayak yang jauh lebih tinggi dalam bilangan berjuta umat jumlahnya. Dan dalam tatanan konektivitas tanpa batas era Abad Informasi sekarang maka segala aktivitas ini terekspose dengan seketika ---real time--- segala muatan isinya entah berupa teks singkat sebatas 160 karakter dalam Twitter ataupun format video lewat YouTubes ke segenap penjuru dunia.
Aktualitas fakta ini sesuai dengan suatu postulat bahwa tergelarnya konektivitas jaringan TIK berdampak nyata dalam memunculkan kemajuan ekonomi maupun pranata sosial “...to increase the societal and economic benefits made possible by connectivity” seperti ungkapan Leonard Waverman, Profesor Ilmu Ekonomi at dari London Business School.

Indonesia hingga sekarang memang sungguh terpuruk dalam sisi konektivitas ---posisi terburuk diantara negara ASEAN dalam “IEU e-Readiness Connectivity Index 2009”--- Namun dari data 3 milyar lebih penduduk dunia yang sekarang dilayani jaringan seluler para pengguna ponsel (mayoritas GSM) di Indonesia memiliki posisi unik tersendiri berhubung pertumbuhan yang ditengah hantaman krisis ekonomi 2008 mampu tetap naik tinggi luar biasa diatas rata-rata dalam perkembangan penetrasi telepon seluler dan sekaligus pemanfaatan konektivitas tersebut untuk mengakses Internet mobile yang juga tinggi.
Data Alexa.com terkini menunjukkan betapa pada sejumlah negara tertentu yaitu AS, Afrika Selatan maupun Indonesia ternyata 60% lalu-lintas koneksi Internet on-line digunakan untuk aktivitas jejaring sosial. Data dari pengelola situs Opera.com selaku pembuat browser ponsel paling populer Opera Mini menyuguhkan dengan gamblang posisi teratas Indonesia sebagai asal negara pengakses terbesar se-Asia Pasifik hingga awal tahun 2009. Apabila disimak lebih jauh dalam data Alexa.com betapa Facebook menjadi situs teratas pada trafik akses Internet dari Indonesia. Dan jika diamati lebih jauh dalam deretan peringkat teratas trafik Internet menunjukkan bahwa pengguna Internet dari Indonesia berkepentingan untuk akses pencarian informasi spesifik dan berita seperti yang termuat dalam situs-situs a.l : google.co.id (2), Yahoo! (3), google.com (4). Dan pada deretan portal berita dan blogging peringkat selanjutnya untuk 20 besar terdapat a.l:
wordpress.com , blogger.com , detik.com , kaskus.com , kompas.com .
Hal ini dapat menjadi pertanda signifikan bahwa pengkases Internet aktif di tanah air yang sesungguhnya berjumlah relatif masih terbatas ---sekitar 10% dari 225 juta penduduk--- dan sebanyak hampir 12 juta pengguna FB yang menunjukkan jati diri selaku golongan kelas menengah dan berpendidikan yang dalam teori sosial modern sering dipandang dapat memposisikan diri selaku garda terdepan dalam merintis terjadinya reformasi/perubahan dalam kehidupan berdemokrasi seperti yang pernah terjadi di sejumlah negara.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More